Rabu, 21 Desember 2016

Tahun ini Universitas Airlangga Menjadi Top 3 Besar di Ajang PIMNAS 2016

(Arintraveller). Sebagian besar mahasiswa pasti tak asing dengan istilah PIMNAS? Wow PIMNAS aapakah itu? PIMNAS singkatan dari Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional. Sebuah ajang dan juga kompetisi yang mengasah kreativitas mahasiswa di Indonesia. Dapat dikatakan PIMNAS sebagai ajang bergengsi, seperti halnya olimpiade sains di SMA. Berbeda dengan olimpiade sains di mana seorang pelajar harus berkutat dengan rumus-rumus, teori, analisis, dalam memecahkan masalah, PIMNAS mengajak mahasiswa menjadi kreatif, inovatif, dan kaya akan pengembangan gagasan. Ajang PIMNAS juga mengajak mahasiswa memecahkan masalah dan mencari solusi atas problematika yang dihadapi. Saya banyak menemukan ide inovatif terkait bidang energi. Belum lagi bidang pengabdian masyarakat, penelitian, dan kewirausahaan. 

Tahun ini Unair, mengirimkan delegasi terbaiknya untuk bertarung di ajang PMNAS ke-29. PIMNAS tahun ini diselenggarakan di IPB Bogor. Ada sekitar 145 kampus hadir di sini. Suasananya begitu meriah. Geliat dan antusiasme dari masing-masing tim universitas membuat kompetisi semakin seru. 

Nah di tahun ini kampus Unair berhasil masuk ke jajaran top 3 besar. Di urutan pertama ada Universitas Brawijaya, di urutan kedua ada UGM, dan Unair menempati posisi ke-3. Mantap Unair! 

Para delegasi dari Unair didukung penuh oleh pihak rektorat. Direktur kemahasiswaan Unair, Muhamad Hadi Subhan menyatakan cukup puas dan berterima kasih kepada mahasiswa dan tim yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras. Tahun ini Unair berhasil menyabet 8 medali emas, 3 perak, dan satu perunggu. Ada 21 tim yang dikirim ke IPB. Melihat kenyataan ini, cukup puas karena kerja keras terbayar lunas.

Beberapa PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang berhasil meraih medali emas yakni PKM-eksakta untuk kategori presentasi. Di antaranya berjudul, "Paduan Hyaluronic Acid (HA) Polyethylene Glycol (PEG) Sebagai Injectable Hydrogel untuk Terapi Penderita Degenerasi Diskus Intervertebralis," PKM bidang eksakta ini dipresentasikan oleh Cytita Putri dan tim. Sedangkan bidang kewirausahaan yang meraih medali emas berjudul "PKM (Penutup Kompres Mata) Anti Kantong Panda." 

Untuk kategori poster, PKM kewirausahaan yang berhasil meraih medali emas yakni "Pemanfaatan Cangkang Kerang Simping (Placuna Placenta) sebagai Komoditi Usaha Pakan Ternak Unggas Non-Konvensional," yang dipresentasikan oleh Indah Paraswati dan tim.  

Melihat kenyataan ini, Tim Unair yakin bisa mendapatkan prestasi terbaiknya di tahun-tahun mendatang. Sebab bersaing menjadi top 3 besar di jajaran kampus-kampus top memang tidak mudah, tetapi inovasi, kreativitas, kesolidan, dan kerjama tim itulah yang mengantarkan menuju prestasi terbaik. Hope the best for you UNAIR!!!

Selasa, 20 Desember 2016

Kawasan Pasir Mendit : Ekowisata Berbasis Konservasi Bakau (Part 1)

Sosok Sang Konservator 


Namanya Lengkapnya Warso Suwito. Namun, beliau kerap dipanggal Mbak Warso atau Pak Wito. Sosoknya begitu bersahaja, jauh dari publisitas. Ramah dan terbuka terhadap siapa saja yang ingin belajar. Siapa sangka bapak dua anak yang pernah bekerja serabutan tersebut adalah kader konservasi terbaik Kementrian Kehutanan tahun 2014. Selain itu, beliau juga terpilih sebagai juara pertama kader konservasi dari pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mbah Warso adalah sosok yang dekat dengan semua kalangan. Mulai dari pejabat pemerintahan, Pelaku industri, LSM, aktivis lingkungan hidup, hingga mahasiswa. Hampir semua kampus yang ada di Jogja pernah menyambangi Pasir Mendit. Ya, apalagi kalau bukan untuk riset dan juga aksi tanam bakau. 

Kamis, 15 Desember 2016

Jalan-Jalan Ke Jogja? Belum Lengkap Tanpa Mencoba Kuliner Ini

Pernah ke Jogja? Atau ada rencana mau jalan-ajalan dan menikmati keindahan Jogja? Jangan lupa icip-cip  kuliner khas Jogja ini. Sebenarnya Jogja menawarkan beragam sajian kuliner. Mulai dari penganan kecil, makanan khas, angkringan, dan sebagainya. 

Kali ini Arintraveller membuat daftar 3 menu kuliner yang wajib kamu coba jika berkunjung ke Jogja. Apa saja itu? Kuliner satu ini terdiri dari penganan khas (sebangsa camilan) hingga makanan khas. Check it out!

3 Buku Tentang Travelling Yang Wajib Kamu Baca

Suka membaca kisah perjalanan? Pastinya suka dong. Guys, kamu punya buku travelling yang kamu baca untuk menemani perjalananmu yang seru! Wah kalau Arintraveller merekomendasikan 3 buku ini. Buku-buku tersebut juga merupakan kisah nyata dari para travel blogger favorit Arintraveller. Siapa saja mereka? Yuk simak!

1. The naked Traveler (Trinity)
Nah saya suka buku-buku Trinity karena bahasanya mengalir. Selain seru dan kocak pokoknya. Setiap perjalanan memilki makna, bahkan bertemu orang-orang yang baru kita kenal. Menyelami suatu budaya dan bahasa yang kontras dengan kita. 

Passport to Happiness : Kisah Travelling Asyik Buat Menemani Perjalananmu

Buku ini awalnya membuat saya sedikit terharu. Terhenyak untuk beberapa saat kemudian merenungkan banyak hal. Ollie atau Aulia Halimatussadiah sang penulis menuturkan bahwa kisah hidupnya begitu kelam. Semenjak perceraiannya dengan seuaminya, Ollie lebih banyak murung dan berdiam. Wanita yang berprofesi sebagai penulis dan pengusaha ini lama-kelamaan tak menyerah begitu saja dengan keadaaan yang dialaminya. Ia kemduain memutuskan melakukan perjalanan. Perjalanan ke Ubud Bali adalah perjalanan awal yang mengantarkan Ollie pada titik pencerahan. Dilanjutkan kisahnya bertulangan ke berbagai negara yang sangat inspiratif.

Seperti Elizabet Gilbert, penulis Eat, Pray, adn Love, perjalanan Ollie ke Ubud awalnya ingin mencari ketentraman dan kedamaian. Ollie ingin menyembuhkan luka danpatah hatinya menjadi energi baru. Perbincangannya dengan Ketut Liyer mengubah jalan hidup Ollie selanjutnya.